Padang, -- TNI Angkatan Udara menerbangkan pesawat Boeing 737-200 untuk memantau dampak gempa bumi berkekuatan 7,8 Skala Richter yang mengguncang Mentawai, Sumatra Barat.
 
“TNI AU mengirim pesawat Boeing 737-200 untuk mengamati. Pesawat berasal dari Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, dan rencananya akan mendarat di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau,” kata Kepala Penerangan dan Perpustakaan Lanud Roesmin Nurjadin, Mayor Rizwar, di Pekanbaru, Kamis (3/3).


Boeing 737-200 itu diterbangkan dengan misi melakukan pemantauan udara untuk mengetahui dampak gempa yang sempat memicu peringatan dini tsunami.

Peringatan dini tsunami tersebut telah dicabut semalam pukul 22.34 WIB, dan menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana, masyarakat telah kembali ke rumah mereka masing-masing.

“Tidak perlu takut, kondisi aman,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Sutopo mengatakan, peringatan dini tsunami dikeluarkan karena semula tsunami terdeteksi di Pulau Cocos setinggi 10 centimeter pada pukul 21.15 WIB, dan di Padang setinggi 5 cm pada pukul 21.40 WIB.

"Masyarakat di Sikakap, Pagai Selatan, Sipora, Siberut, dan pulau-pulau Mentawai lain aman," kata Sutopo. Sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam gempa Mentawai

TNI AU, selain mengirim Boeing 737-200 dari Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, juga menerbangkan satu lagi Boeing 737 dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta.

Boeing 737 dari Jakarta yang juga membawa awak media itu kini telah mendarat di Padang dan tengah melakukan pemantauan udara di atas Kepulauan Mentawai.



Sumber: http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160303113757-20-115072/tni-au-kerahkan-boeing-737-pantau-dampak-gempa-mentawai/
 
Top