Dalam rangka meningkatkan kesiapan prajurit dalam pelaksanaan pembinaan dan pemberdayaan wilayah pertahanan di darat, Kodim 0319/Mentawai gelar kegiatan Pembinaan Kesiapan (Binsiap) Aparat Kewilayahan (Apwil) dan Kemampuan Teritorial (Puanter) Triwulan II TA. 2021, bertempat di Aula Makodim 0319/Mentawai, Selasa (08/06/2021).

Komandan Kodim 0319/Mentawai Letkol Czi Bagus Mardyanto membuka kegiatan tersebut, sekaligus memberikan materi pada acara pembinaan kesiapan aparat kewilayahan dan kemampuan teritorial (Binsiap Apwil dan Puanter) Triwulan II TA 2021, dan menekankan Portkes ditengah wabah dalam memutus mata rantai Covid-19.

Saya berharap kepada seluruh prajurit Kodim 0319/Mentawai agar dapat menunjukan Sikap Teritorial sebagai wujud nyata dari seluruh bentuk tingkah laku seorang prajurit dalam berhubungan dengan segenap lapisan masyarakat serta dapat mewujudkan sikap dan kepribadian TNI AD dalam menjalin hubungan dengan masyarakat guna mendukung pelaksanaan tugas di wilayah masing-masing”, tutur Dandim kepada anggota.

Terwujudnya sikap teritorial bagi prajurit di awali dengan senyum, tegur sapa, saling menghargai, saling membantu, gotong royong, tata krama dan adaptasi teritorial, ujarnya.

Dandim juga mengatakan, sifat dan tujuan dari terwujudnya sikap teritorial yaitu mengayomi, kebersamaan, musyawarah untuk mufakat dengan rasa kekeluargaan dan gotong royong bersama-sama dengan masyarakat di wilayah binaannya.

 “Bagi prajurit khususnya Babinsa harus memiliki kemampuan memecahkan masalah, mengayomi, berkomunikasi serta menjadi panutan dan berpenampilan yang baik”, ucap Dandim.

Prajurit adalah suatu sikap suata perilaku secara fisik sebagai cerminan hati yang tulus dan dapat memberikan respon positif di wilayah binaannya.
 
Para prajurit TNI di haruskan menerapkan Prokes ditengah wabah Covid-19, beribadah sesuai agama masing-masing, junjung tinggi dan menghargai adat istiadat, maupun beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan patuh terhadap hukum.

Adapun kegiatan yang di larang bagi prajurit yaitu melakukan kegiatan yang dapat merusak citra TNI, melanggar nilai dan norma agama, bersikap arogansi kepada masyarakat dan melakukan hal-hal yang dapat merugikan masyarakat, sambungnya.

Kegiatan tersebut dilakukan agar seluruh Komando kewilayahan menguasai pengetahuan dalam binsiap apwil dan puanter. Sehingga, ada kesamaan langkah dan tindakan dalam menjalankan tugas di lapangan.

Dandim menyebutkan, Babinsa yang merupakan garda terdepan dalam tugas kewilayahan bagi TNI- AD wajib meningkatkan kesiapan Kewilayahan dan Kemampuan Teritorial. Selain itu diperlukan kemampuan dan ilmu teritorial dalam pelaksanaan tugas sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini, tutupnya. (Tirman/Pendim)

 
Top