Bermacam cara yang dilakukan Babinsa untuk mengurangi pengangguran di Desa Binaannya,di Dusun Sagici Desa Nem Nemleleu Babinsa Koramil 03 Sioban mengajak pemuda yang  yang belum memiliki pekerjaan tetap melakukan  kegiatan inovatif pembuatan tempe dari bahan kedelai di sebuah pengrajin tempe yang bernama ibu Rusmiati(60)


 

Tempe adalah makanan rakyat Indonesia ,semua masyrakat indonesia pasti mengenal tempe makanan yang kaya nutrisi dan harganya yang terjangkau membuat tempe banyak digemari dan sangat mudah dibuat  di rumah

Babinsa juga menjelaskan kepada pemuda  cara membuat tempe yang baik dan berkualitas pertama yang dilakukan adalah lakukan penyortiran terhadap kedelai,yang akan digunakan lalu cuci kedelai tersebut dengan air mengalir,langkah kedua rebus kedelai selama 30 menit atau sampai biji kedelai terasa empuk setelah direbus kemudian direndam selama satu malam untuk menghilangkan asam kemudian kupas kulit Ari kedelai yang sudah direndam dengan cara masukan kedelai dalam air kemudian remas kulit kedelai mengelupas kemudian cuci kedelai yang kulitnya sudah terkelupas dan kukus kedelai seperti menanak nasi jika sudah matang angkat lalu tiriskan sampai kedelai dingin tambahkan ragi sampai rata bungkus kedelai dengan plastik atau daun pisang diamkan bungkusan tersebut selama satu malam kemudian keesokan harinya bungkusan tempe ditusuk tusuk dengan lidi diamkan lagi selama satu malam sampai jamur tempe tumbuh menutupi kedelai , keeseokan harinya tempe siap dipasarkan di masyrakat yang harga 1 buah tempe nya 5000 rupiah di daerah Kab.kep Mentawai  ucap Babinsa Koramil 03 Sioban Serda Effendi

Dengan demikian Babinsa berharap bnyak agar pemuda dapat mengembangkan usaha pengolahan tempe sehingga dapat membantu perekonomian keluarganya dan mengurangi pengangguran sehingga perekonomian di Dusun Sagici Desa Nem nemlleu membaik.

 
Top