Klub panahan Mentawai Arcery Club (MAC) bakal turun ke sekolah-sekolah yang ada di Kepulauan Mentawai, untuk memperkenalkan olahraga panahan dalam waktu dekat. Dimana, klub panahan yang berdiri semenjak tahun 2021 tersebut, juga berkomitmen tidak meninggalkan budaya atau tradisi panahan yang ada di bumi sikerei.

Ketua MAC, Irfan dalam rapat pengurus inti di sekretariat MAC di jalan raya Kilometer 7, Rabu, (7/9), malam, mengatakan bahwa, olahraga panahan saat ini belum begitu banyak dikenal di Mentawai. Meski selama ini, Mentawai sudah mengenal tradisi panahan secara tradisional. Dengan tradisi panahan saat ini berpotensi untuk melahirkan atlit panahan dari Mentawai.


“Mentawai, sudah dikenal dengan tradisi panahannya. Tinggal lagi, bagaiman potensi itu bisa dikembangkan menjadi panahan moderen yang tidak meninggalkan panahan tradisional. Kita melihat potensi ini cukup besar untuk dikembangkan di Mentawai,” ungkapnya didampingi divisi pembinaan prestasi Rudi dan divisi kepelatihan, Emil Salim serta divisi sarana prasarana Hendro.

Apalagi, kata dia, dalam sistem pembelajaran di Kepulauan Mentawai juga mempunyai mata pelajaran budaya Mentawai. Salah satunya, mengenal tradisi panahan. Nah, dalam waktu dekat, pihaknya akan turun ke sekolah-sekolah untuk mengenalkan olahraga panahan tersebut Hal ini, kata dia, juga tidak terlepas dari dukungan Komandan Kodim 0319 Kepulauan Mentawai selaku pembina MAC.

Dandim 0319 Kepulauan Mentawai, Letkol Inf. Febi Adrianto mengatakan, bahwa, dirinya menginginkan agar MAC bisa terus berkembang di Kepulauan Mentawai, meskipun dia tidak lagi menjabat sebagai Dandim. Bagi dia, berdirinya MAC juga bukan atas inisiasinya pribadi, namun, lebih kepada keinginan dan komitmen bersama untuk membangun olahraga di Kepulauan Mentawai, khususnya olahraga panahan.



“Saya menginginkan MAC ini tetap terus lestari, meski saya tidak lagi di Mentawai. Ini adalah klub panahan kita bersama dan kita inisiasi bersama dan mesti kita besarkan bersama-sama. Manfaat olahraga panahan tidak hanya secara kesehatan, namun, juga dapat melatih konsentrasi atau kefokusan,” ujarnya.

Menurut dia, olahraga panahan memang cukup membutuhkan biaya yang relatif besar. Untuk itu, demi mengenalkan olahraga panahan, pihaknya siap mendukung, baik secara moril maupun materil untuk keberlangsungan olahraga panahan di Kepulauan Mentawai. Minimal, kata dia, olahraga panahan bisa dikenal di sekolah-sekolah yang ada di Kepulauan Mentawai.

“Paling tidak, tahap awal, kita mengenalkan apa saja yang menjadi perlengkapan panahan itu sendiri. Nantinya, kita buat semacam iven yang terbuka untuk umum, sebutnya

Apalagi, dalam waktu dekat, kata dia Mentawai juga akan memperingati hari jadi Kabupaten ke 23 tahun pada 4 Oktober 2022 mendatang. Tentu, ini juga momen yang tepat untuk mengenalkannya,” pungkasnya.(*)

 
Top